FKDC Dampingi KDD Pembuatan AK1 di Unit Layanan Disabilitas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon
Cirebon – Forum Komunikasi Difabel Cirebon (FKDC) bersama pengurus Kelompok Difabel Desa (KDD) melaksanakan kegiatan pendampingan pembuatan Kartu AK1 (Kartu Pencari Kerja) di Unit Layanan Disabilitas Bidang Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Cirebon.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program SOLIDER (Strengthening Social Inclusion for Diffability Equity and Rights) yang dijalankan FKDC sebagai mitra SIGAB Indonesia, dengan dukungan pembiayaan dari Kementerian Keuangan Australia–Indonesia melalui Program INKLUSI.
Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan pendampingan langsung mulai dari pengenalan layanan hingga praktik pengisian data melalui sistem berbasis online. Petugas Unit Layanan Disabilitas menyambut peserta dengan hangat serta memberikan arahan teknis terkait tata cara pengisian formulir dan akses link pendaftaran AK1.
Pendampingan ini menjadi langkah penting dalam memastikan difabel dapat mengakses layanan ketenagakerjaan secara mandiri dan tanpa hambatan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesiapan difabel dalam memasuki dunia kerja melalui kepemilikan dokumen resmi pencari kerja.
FKDC menilai bahwa akses terhadap layanan ketenagakerjaan merupakan bagian dari pemenuhan hak dasar difabel yang harus dijamin oleh negara. Oleh karena itu, kolaborasi antara organisasi difabel dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam mewujudkan sistem layanan yang inklusif.
Oni Jahoni selaku Program Officer (PO) Program SOLIDER menyampaikan,
“Pendampingan ini bukan hanya soal membantu administrasi, tetapi memastikan difabel memiliki akses yang setara terhadap peluang kerja. Ketika akses dibuka dan didampingi, maka kepercayaan diri tumbuh, dan difabel dapat berpartisipasi lebih aktif dalam dunia kerja.”
Melalui kepemilikan AK1, anggota KDD diharapkan memiliki peluang yang lebih luas dalam mengakses informasi lowongan kerja serta meningkatkan kemandirian ekonomi.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk menghadirkan layanan publik yang ramah difabel, serta memastikan tidak ada lagi yang tertinggal dalam akses terhadap kesempatan kerja.