Sosial 11 Juni 2026

Anggota DPRD Kunjungi Saung Kreasi Difabel, Dorong Terwujudnya Pusat Edukasi dan Ekowisata Inklusif

Anggota DPRD Kunjungi Saung Kreasi Difabel, Dorong Terwujudnya Pusat Edukasi dan Ekowisata Inklusif

Lemahabang, Cirebon, Senin (8/6/2026) – Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Ibu Diah, mengunjungi Saung Kreasi Difabel yang berada di pojok halaman Kecamatan Lemahabang. Dalam kunjungan tersebut, Ibu Diah berdiskusi bersama Kelompok Difabel Desa (KDD) mengenai aktivitas sehari-hari yang dilakukan komunitas difabel serta rencana pengembangan Saung Kreasi Difabel ke depan.

Dalam diskusi tersebut, Dading dari Forum Komunikasi Difabel Cirebon (FKDC) menjelaskan berbagai kegiatan yang selama ini dilakukan oleh KDD. Di antaranya melakukan pendataan difabel, memberikan pelayanan dan pendampingan, mendorong lahirnya kebijakan yang inklusif, serta memperkuat pelibatan difabel dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan di tingkat desa maupun kecamatan.

Selain membahas program yang telah berjalan, KDD juga memaparkan rencana pengembangan Saung Kreasi Difabel. Ke depan, tempat ini akan menjadi galeri yang menampilkan berbagai hasil karya dan kerajinan difabel. Tidak hanya itu, akan tersedia taman baca, kafe, area peternakan, serta greenhouse yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran, pemberdayaan ekonomi, dan pengembangan keterampilan.

Saung Kreasi Difabel juga dirancang sebagai ruang edukasi dan interaksi sosial yang terbuka bagi masyarakat. Melalui tempat ini, masyarakat dapat belajar mengenai ragam difabel, mengenal berbagai alat bantu yang digunakan, serta memahami pentingnya menciptakan lingkungan yang inklusif dan ramah bagi semua.

Bahkan ke depan, Saung Kreasi Difabel diharapkan berkembang menjadi destinasi ekowisata difabel yang memberikan pengalaman edukatif sekaligus memperkenalkan potensi, kreativitas, dan kemandirian difabel kepada masyarakat luas.

Ketua KDD, Ari, berharap inisiatif ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain.

"Semoga kegiatan ini menjadi praktik baik sehingga dapat direplikasi di setiap desa dan kecamatan," ujar Ari.

Sementara itu, Dading menyampaikan bahwa pengembangan Saung Kreasi Difabel merupakan bagian dari upaya menciptakan ruang yang tidak hanya memberdayakan difabel, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat tentang inklusi sosial.

Kunjungan ini menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pemberdayaan difabel dan penguatan desa inklusif. Dengan kolaborasi berbagai pihak, diharapkan semakin banyak ruang partisipasi yang terbuka bagi difabel untuk berkontribusi dalam pembangunan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program SOLIDER yang dilaksanakan oleh Forum Komunikasi Difabel Cirebon (FKDC) bersama SIGAB Indonesia, dengan dukungan Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia melalui Program INKLUSI. Program ini bertujuan mendorong terwujudnya pembangunan yang inklusif serta meningkatkan partisipasi dan kualitas hidup difabel di berbagai sektor pembangunan.

Sebelumnya Monitoring, Evaluasi, dan Penyusunan Rencana Kerja Fasdes