DARI KURBAN UNTUK INKLUSI: SUARA DIFABEL MENGUAT DI LEMAHABANG
Momentum Hari Raya Iduladha menjadi pengingat penting tentang nilai pengorbanan, kepedulian sosial, dan keadilan bagi seluruh masyarakat, termasuk difabel. Dalam semangat kurban, pesan tentang kemanusiaan dan keberpihakan kepada kelompok rentan kembali digaungkan sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang inklusif.
Forum Komunikasi Difabel Cirebon (FKDC) bersama Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) menggelar kegiatan pemotongan hewan kurban bersama Kelompok Difabel Desa (KDD) di halaman Kantor Kecamatan Lemahabang, pada 28 Mei 2026.
Mujib dalam sambutannya menyampaikan bahwa seorang pemimpin dan masyarakat harus mampu menghadirkan kebijakan serta lingkungan yang benar-benar berpihak kepada rakyat kecil, termasuk kelompok difabel. Bukan hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi memastikan hak-hak difabel terpenuhi dalam kehidupan sosial, pendidikan, pekerjaan, pelayanan publik, hingga pembangunan desa.
Kegiatan kurban ini juga menjadi simbol bahwa difabel bukan objek belas kasihan, melainkan bagian penting dari masyarakat yang memiliki hak, potensi, dan kesempatan yang sama. Semangat gotong royong terlihat dari keterlibatan aktif kelompok difabel bersama masyarakat dalam proses kegiatan kurban dan kebersamaan sosial lainnya.
Pesan yang disampaikan dalam momentum Iduladha ini menegaskan bahwa pembangunan yang baik adalah pembangunan yang menghadirkan keadilan sosial bagi semua tanpa meninggalkan siapa pun. Kepedulian terhadap difabel tidak cukup hanya dengan ucapan, tetapi harus diwujudkan melalui dukungan nyata, akses yang setara, serta ruang partisipasi yang terbuka.
Melalui semangat kurban dan inklusi sosial, diharapkan masyarakat semakin sadar bahwa menghormati dan memenuhi hak difabel merupakan bagian dari nilai kemanusiaan dan kebersamaan yang harus terus diperjuangkan bersama.