Monitoring, Evaluasi, dan Penyusunan Rencana Kerja Fasdes
Durajaya, 2 Juni 2026 – Bertempat di Sekretariat FKDC, Fasilitator Desa (Fasdes) bersama Tim Program SOLIDER melaksanakan kegiatan monitoring, evaluasi, dan penyusunan rencana kerja guna memperkuat pelaksanaan program pemberdayaan ekonomi difabel di wilayah dampingan.
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi untuk meninjau capaian program, mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi, serta merumuskan strategi tindak lanjut yang lebih terarah dan berkelanjutan. Evaluasi menunjukkan bahwa pengembangan usaha ekonomi yang dikelola difabel telah menunjukkan kemajuan, namun masih terdapat sejumlah hambatan yang perlu segera diatasi.
Salah satu tantangan yang mengemuka adalah belum optimalnya pelaksanaan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) oleh seluruh pengurus UMKM. Selain itu, Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah disusun bersama belum sepenuhnya dipahami dan diterapkan dalam pengelolaan usaha. Untuk menjawab tantangan tersebut, Fasdes akan memfasilitasi diskusi lanjutan guna memperdalam pemahaman mengenai isi, tujuan, dan penerapan SOP sehingga dapat menjadi pedoman kerja yang efektif bagi seluruh pengurus.
Evaluasi juga menemukan bahwa kemampuan dalam menangkap peluang usaha masih perlu diperkuat. Sebagian anggota masih menghadapi kendala kepercayaan diri dan keberanian dalam menawarkan produk kepada calon pembeli. Kondisi ini berdampak pada belum optimalnya pemasaran produk yang telah dihasilkan.
Sebagai tindak lanjut, disepakati beberapa rencana kerja prioritas, antara lain:
Mengembangkan jejaring dan membangun kemitraan dengan ULD Ketenagakerjaan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), serta Dinas Sosial untuk memperluas akses program, pelatihan, pemasaran, dan kesempatan kerja bagi difabel.
Melaksanakan studi banding ke UMKM yang telah berkembang guna mempelajari praktik-praktik baik dalam pengelolaan dan pengembangan usaha.
Menyelenggarakan pelatihan digital marketing untuk meningkatkan kemampuan promosi dan pemasaran produk melalui platform digital.
Melakukan pendampingan langsung kepada anggota dalam menawarkan dan memasarkan produk ke warung-warung serta jaringan usaha lokal guna membangun kepercayaan diri dan keterampilan pemasaran secara praktik.
Melaksanakan diskusi dan audiensi dengan pemerintah desa untuk mendorong dukungan terhadap pengembangan usaha ekonomi difabel serta memastikan isu dan kebutuhan difabel terakomodasi dalam perencanaan pembangunan desa.
Melalui berbagai strategi tersebut, diharapkan kapasitas organisasi, kemampuan berwirausaha, dan kemandirian ekonomi difabel dapat terus meningkat. Kolaborasi yang kuat antara kelompok difabel, pemerintah desa, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci dalam membuka peluang yang lebih luas bagi terwujudnya pembangunan yang inklusif.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program SOLIDER yang dilaksanakan FKDC sebagai mitra SIGAB Indonesia dengan dukungan Pemerintah Australia - Indonesia melalui Program INKLUSI dalam mendorong partisipasi dan pemberdayaan difabel di berbagai sektor kehidupan.