SEMANGAT GOTONG ROYONG BANGUN SAUNG KREASI DIFABEL DI LEMAHABANG
Berawal dari semangat kebersamaan dan keinginan untuk menghadirkan ruang yang inklusif, Kelompok Difabel Desa (KDD) mulai membangun Saung Kreasi Difabel di halaman Kantor Kecamatan Lemahabang setelah mendapatkan izin dan dukungan dari Camat Lemahabang, Yuyun Kusumawati.
Saung ini bukan sekadar bangunan sederhana dari bambu. Di balik setiap tiang yang berdiri dan setiap anyaman bambu yang terpasang, terdapat harapan, semangat gotong royong, dan mimpi tentang ruang yang ramah bagi semua.
Pembangunan dilakukan dengan memanfaatkan pot beton sebagai pondasi atau tatakan saung. Dengan komposisi bahan sekitar 80 persen bambu, 10 persen baja ringan, dan 10 persen genteng metal menyerupai injuk, saung ini dirancang menghadirkan suasana alami, hangat, dan nyaman.
Saat ini proses pembangunan telah mencapai sekitar 60 persen. Nantinya, Saung Kreasi Difabel akan menjadi ruang kreativitas, tempat belajar bersama, serta pusat kegiatan UMKM kelompok difabel. Di dalamnya juga akan hadir dapur sederhana untuk usaha kopi dan aneka rebus-rebusan hasil kebun warga seperti pisang, singkong, jagung, dan kacang.
Beberapa bagian yang masih dalam tahap pengerjaan di antaranya pemasangan dinding bambu bagian samping kiri, pembuatan aksesibilitas bidang landai untuk pengguna kursi roda, pemasangan pintu saung, serta penataan taman dan halaman sekitar.
Pembangunan ini menjadi bukti bahwa ketika kesempatan diberikan, kelompok difabel mampu terus berkarya, tumbuh, dan membangun harapan bersama. Dengan semangat saling mendukung, kelompok difabel bersama Pemerintah Kecamatan berupaya menghadirkan ruang yang tidak hanya bermanfaat secara ekonomi, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan, gotong royong, dan inklusi sosial di tengah masyarakat.
Dukungan terhadap pembangunan Saung Kreasi Difabel juga datang dari berbagai pihak di lingkungan Kecamatan Lemahabang. Yuyun Kusumawati menunjukkan kepeduliannya dengan memberikan honor narasumber dan makanan ringan kepada KDD yang sedang bergotong royong membangun saung kreasi.
Selain itu, Deden selaku Kepala Bagian Umum juga kerap memberikan konsumsi sebagai bentuk dukungan dan kebersamaan selama proses pembangunan berlangsung. Sementara itu, Mang Yaya sebagai penjaga kantor kecamatan tidak hanya membantu proses pengerjaan saung, tetapi juga sering menyediakan minuman dan makanan ringan bagi anggota KDD yang bekerja.
Kebersamaan sederhana tersebut menjadi bukti bahwa semangat inklusi dan gotong royong dapat tumbuh dari kepedulian kecil yang dilakukan bersama-sama.
Sumber pembiayaan pembangunan berasal dari FKDC sebesar 70 persen dan kontribusi KDD sebesar 30 persen.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pendampingan Program SOLIDER Fase 2 yang dilaksanakan FKDC sebagai mitra SIGAB Indonesia dengan dukungan Pemerintah Australia–Indonesia melalui Program INKLUSI.
Lemahabang, May 26, 2026
Saung Kreasi Difabel diharapkan menjadi simbol tumbuhnya kemandirian, kreativitas, dan semangat inklusif di tengah masyarakat. Dari bambu dan kebersamaan, lahirlah ruang harapan untuk masa depan yang lebih setara.