KDD Nanggela Perkuat UMKM, Pemerintah Desa Alokasikan Anggaran untuk Kemandirian Difabel
Nanggela, 13 Mei 2026 - Upaya mendorong kemandirian ekonomi difabel terus dilakukan Kelompok Difabel Desa (KDD) Nanggela melalui pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Langkah tersebut diawali dengan diskusi internal bersama anggota KDD untuk merumuskan rencana pengembangan usaha yang dapat dijalankan secara bersama-sama.
Dalam prosesnya, KDD Nanggela menyusun proposal pengajuan program usaha yang kemudian disampaikan kepada Pemerintah Desa Nanggela. Usulan tersebut mendapat respon positif dari pemerintah desa sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi difabel di tingkat desa.
Ketua KDD Nanggela, Otong, mengatakan bahwa proses pengajuan dilakukan melalui perencanaan yang matang bersama anggota KDD.
“Kami membuat perencanaan dan menyusun proposal yang kemudian diajukan kepada pemerintah desa,” ujar Otong Ketua KDD
Setelah menerima proposal tersebut, Pemerintah Desa Nanggela kemudian mengundang KDD untuk hadir dalam Musyawarah Desa (Musdes) agar usulan yang diajukan dapat dibahas secara langsung bersama pemerintah desa dan masyarakat.
Kuwu Desa Nanggela, Mamat, menyampaikan bahwa pemerintah desa menerima dan mendukung usulan yang diajukan oleh KDD. Menurutnya, keterlibatan KDD dalam Musdes menjadi langkah penting agar difabel ikut terlibat dalam proses pembangunan desa.
“Kami menerima usulan yang diajukan oleh KDD dan mengundang KDD dalam kegiatan Musdes. Saat Musdes, KDD menyampaikan usulannya dan kami menganggarkan sebesar Rp15 juta,” ujar Mamat, Kuwu Desa Nanggela.
Dana tersebut rencananya digunakan untuk mendukung pengembangan UMKM KDD, salah satunya budidaya ikan lele dan produksi olahan kerupuk berbahan dasar ikan lele. Program ini diharapkan dapat menjadi ruang pemberdayaan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi anggota difabel di Desa Nanggela.
Selain mendapat dukungan dari pemerintah desa, keberadaan KDD juga dirasakan manfaatnya oleh keluarga anggota difabel. Salah satu pihak keluarga anggota KDD mengaku merasa senang karena KDD mampu menjadi ruang belajar, berinteraksi, dan berkembang bagi difabel.
Meski demikian, pengembangan UMKM KDD masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari pengadaan bibit ikan lele, penyediaan lahan untuk kolam budidaya, kebutuhan pakan, hingga strategi pemasaran hasil produksi.
Di akhir pertemuan, Kuwu Desa Nanggela juga menyampaikan pesan dan harapannya agar anggota KDD tetap semangat dalam mengembangkan usaha yang sedang dirintis.
“Tetap semangat dan terus berkembang,” pesan Mamat Kuwu Desa Nanggela kepada anggota KDD Nanggela.
Kolaborasi antara KDD dan Pemerintah Desa Nanggela menjadi bukti bahwa pelibatan difabel dalam proses pembangunan desa dapat melahirkan langkah nyata menuju desa yang lebih inklusif dan mandiri secara ekonomi.