Modifikasi Motor Viar Jadi Sarana Usaha dan Edukasi, Semangat Gotong Royong Difabel Bangun Ruang Inklusi Bergerak
Lemahabang, 15 Mei 2026 — Semangat gotong royong dan kemandirian kembali ditunjukkan Kelompok Difabel Desa (KDD) Lemahabang bersama KDD Tuk Karangsuwung melalui proses modifikasi motor Viar bantuan dari BAZNAS Kabupaten Cirebon. Kendaraan tersebut kini sedang dilengkapi saung sederhana agar nantinya dapat dimanfaatkan sebagai sarana usaha keliling sekaligus media edukasi masyarakat.
Kegiatan modifikasi dilakukan di halaman Kantor Kecamatan Lemahabang dengan melibatkan Tim Program SOLIDER, perwakilan Pemerintah Kecamatan Lemahabang, mantan fasilitator desa Program SOLIDER, anggota Forum Komunikasi Difabel Cirebon (FKDC), serta anggota KDD. Suasana gotong royong tampak kuat saat seluruh pihak bersama-sama menyelesaikan proses pemasangan rangka dan saung kendaraan.
Motor Viar tersebut merupakan bantuan dari BAZNAS Kabupaten Cirebon yang diterima FKDC pada tahun 2020. Selama beberapa tahun terakhir, kendaraan itu digunakan sebagai sarana mobilitas anggota FKDC untuk menghadiri kegiatan organisasi dan pertemuan anggota. Selain itu, motor tersebut juga dimanfaatkan untuk mengangkut hasil kerajinan daur ulang sampah milik anggota dampingan FKDC.
“Kurang lebih dua tahun terakhir motor ini sudah jarang digunakan, karena sekarang pengurus maupun anggota mayoritas sudah memiliki kendaraan bermotor sendiri,” ujar Abdul Mujib selaku Ketua FKDC.
Menurutnya, daripada kendaraan tersebut tidak termanfaatkan secara optimal, FKDC bersama KDD berinisiatif memodifikasinya menjadi sarana yang lebih produktif dan berdampak bagi masyarakat. Setelah proses modifikasi selesai, kendaraan tersebut rencananya akan diserahkan kepada KDD sebagai hak guna pakai untuk mendukung kegiatan usaha dan edukasi di lingkungan desa.
Nantinya, motor Viar tersebut akan digunakan sebagai sarana usaha jualan keliling guna mendukung kemandirian ekonomi difabel. Selain itu, kendaraan tersebut juga dipersiapkan menjadi media edukasi penanganan sampah serta taman baca keliling yang dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Anggaran modifikasi kendaraan berasal dari hasil iuran bersama antara FKDC, KDD, dan Camat Lemahabang. Dukungan tersebut menjadi bentuk kolaborasi nyata dalam mendorong tumbuhnya ruang usaha dan edukasi yang inklusif bagi difabel.
Saung sederhana yang dibangun di atas kendaraan itu bukan sekadar tambahan fisik, tetapi menjadi simbol perjuangan, kreativitas, dan harapan difabel untuk terus bergerak maju. Dari kendaraan sederhana itu, tumbuh semangat untuk membangun kemandirian, memperkuat kepedulian lingkungan, dan menghadirkan ruang belajar yang lebih dekat dengan masyarakat.
Kegiatan pendampingan KDD ini dilakukan oleh Forum Komunikasi Difabel Cirebon sebagai mitra SIGAB Indonesia dengan dukungan Pemerintah Australia - Indonesia melalui Program INKLUSI. Pendampingan tersebut bertujuan memperkuat partisipasi, pemberdayaan, dan kemandirian difabel di tingkat desa.
Melalui inisiatif ini, KDD Lemahabang dan KDD Tuk Karangsuwung ingin membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bergerak. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, ruang inklusi dapat dibangun dari hal-hal sederhana yang membawa manfaat besar bagi masyarakat.